Lun-Mer: 11-19 / Gio-Sab: 10:30-13:30 | 16:30-20

+39 081 19573270

Salita Vetriera, 12 - 80132 Napoli, Italy

Vetriera 12 - Borse artigianali, gioielli Bernard Delettrez e accessori a Napoli - 5 Teknik Aman bagi Traveler Sebelum Naik Kapal Laut
Tragedi kecelakaan transportasi perairan menyerbu dua pasukan kapal belakangan ini. Dua pekan dulu, KM Ramos Rosma Marisi tenggelam pada Danau Toba, Sumatera Utara. Lantas baru-baru ini terjadi juga kecelakaan yang menimpa KM Lestari Pelik di bahar Selayar.

 

Kecelakaan kapal samudra tersebut tidak pelak menyebabkan kecemasan kalau sebagian traveler yang hendak menumpang kapal. Namun tidak perlu riuh berlebihan. Benih, ada kira-kira hal yang dapat diperhatikan untuk menolak diri dari kecelakaan kelanjutan human error.

 

Pengamat transportasi maritim mulai Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Raja Oloan Saut Gurning, saat dihubungi Tempo di dalam Rabu, 4 Juli, menyiarkan setidaknya para pelancong sah memperhatikan lima tip berikut ini.

 

1. Sensitif terhadap pemastian kapalPelancong disarankan melihat-lihat lebih dulu kondisi bahtera sebelum lari. "Pertama, jika kondisinya sesak dengan jasad, penumpang, dan kendaraan, oleh karena itu tanyakan terhadap petugas apakah kapal benar-benar aman, " tutur Saut. Bila kulit terasa oleng saat tetap menepi dalam dermaga, sepatutnya penumpang menabalkan tidak tinggal landas kapal itu. "Pastikan oleng bukan sebab gelombang, namun demikian karena beban, " katanya.

 

2. Memastikan ketersediaan pelampungBila keadaan kapal diperkirakan aman & stabil, traveler sebaiknya mengidentifikasi letak rok pelampung. "Tanyakan kepada raga kapal teritori baju pelampung, " ujar Saut. Sebaiknya traveler lebih dulu mengasese apakah jumlahnya itu sebabat dengan banyak penumpang atau tidak. Jumlah pelampung kudu sesuai dengan standar Peraturan Internasional untuk Keselamatan Penumpang di Samudra atau SOLAS.

 

Warga membangun evakuasi korban yang luput saat KM Lestari Pelik tenggelam pada perairan Selayar, Sulawesi Daksina, Selasa, 3 Juli 2018. Kapal pergi dari Pesanggrahan Bira, Bulukumba, menuju Kabupaten Kepulauan Selayar.

 

3. Mengasese ketersediaan bidukSelain pelampung, ketersediaan sampan perlu diperkirakan keberadaannya. Sekoci idealnya dipasang di dua sisi sebelah. Sekoci pantas mampu menyekat 100 bayaran penumpang. https://jadwalkapalpelnino1.blogspot.com/ yang menggenapi standar pun harus memiliki life-raft ataupun kapal mungil untuk jasmani kapal beserta kapasitas 25-30 persen dari jumlah penumpang.

 

4. Mengasese adanya informasi keselamatanPikir Saut, bahtera atau armada yang bagus umumnya melepaskan informasi keamanan dan akses jalur hijrah bila berlangsung kecelakaan. "Penumpang harus benar-benar tahu daerah emergency / wilayah himpun untuk menaiki life-boat / kapal biduk sambil mengenakan baju pelampung, " ucapnya.

 

5. Melihat perusahaan pemilik kapalPelancong lebih elok mengecek kongsi pemilik kapal melalui Internet digital sebelum menggelinding. "Mungkin berikut sedikit selit-belit, tapi tidak kalah penting, " tuturnya. Biasanya, pertuturan dia, perusahaan pelayaran atau pemilik bahtera yang indah cenderung terang memberikan informasi terkait beserta berbagai hal yang dapat diakses publik menyenggol kapal ini. Hindari kongsi yang tertutup memberikan informasi, misalnya memeram kondisi bahtera, yang kiranya dalam kondisi tidak pantas berlayar.