Lun-Mer: 11-19 / Gio-Sab: 10:30-13:30 | 16:30-20

+39 081 19573270

Salita Vetriera, 12 - 80132 Napoli, Italy

Vetriera 12 - Borse artigianali, gioielli Bernard Delettrez e accessori a Napoli - Budaya Mistis Jepang di Hutan Aokigahara
Jepang terkenal dengan budaya bunuh dirinya. Orang-orang Jepang yang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri lazimnya dilaksanakan di hutan aokigahara yang berlokasi di sebelah barat laut dari Gunung Fuji. Hutan ini mempunyai cerita yang cukup mengerikan Sehingga kerap disebut dengan hutan bunuh diri. Bagi yang ingin mengenal info Jepang lebih mendalam terkait hutan aokigahara ini maka perlu menyimak beberapa hal berikut ini.

 

Adapun beberapa fakta berkaitan dengan hutan aokigahara yakni sebagai berikut. Perlu dikenal bahwa hutan ini bukan hanya hutan bunuh diri bagi orang-orang Jepang saja, sebab hutan ini sudah diakui oleh dunia sebagai hutan bunuh diri. Luas dari hutan aokigahara adalah 3500 hektar dan dipenuhi dengan pohon-pohon yang rimbun. Pasalnya ada cukup banyak mayat yang tak ditemukan karena hutan ini terlalu lebat sehingga mayat menjadi sirna selamanya. Diprediksi ada sekitar 100 orang yang berhasil mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri di daerah ini tiap-tiap tahunnya.

 

Saat orang Jepang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri, mereka tidak menganggapnya sebagai dosa. Malahan di negara ini terdapat ritual bunuh diri dengan Samurai yang ada ketika era feodal dan hal ini sangat dihormati. Umumnya ritual ini dikerjakan ketika dirinya mengalami kejatuhan atau dikala pemimpin mati. Tapi demikian ritual ini tidak lagi dilakukan karena akan menyebabkan pelbagai efek bagi masyarakat Jepang. Berita Jepang terkait bunuh diri ini telah dikenal oleh masyarakat dunia.

 

Perlu dikenal bahwa ada pelbagai upaya yang sudah dilakukan untuk mencegah bunuh diri tersebut. Bahkan pemerintah Jepang telah memasang beberapa kamera keamanan di komponen pintu masuk di hutan ini serta meningkatkan jumlah dari penjaga keamanan. Kecuali itu ada cukup banyak peringatan yang dipasang di beberapa spot lokasi hutan untuk mengurangi tingkat bunuh diri. Akan tetapi langkah yang dilaksanakan ini tidaklah bekerja secara maksimal karena angka bunuh diri tetap saja tinggi.

 

Pasalnya hutan ini sangatlah mistis dan konon suasananya sungguh-sungguh mencekam. Kebanyakan orang Jepang mengakhiri hidupnya dengan metode menggantung leher, dan cara ini sudah betul-betul populer. Diperkirakan hutan aokigahara ini berpenunggu sebab arwah dari orang-orang yang bunuh diri itu bergentayangan.

 

http://kawanbar.com kabar Jepang berhubungan dengan adat istiadat mistis yang ada di hutan aokigahara. Walaupun hal ini merupakan adat istiadat yang kerap kali dilaksanakan oleh masyarakat Jepang, akan tetapi perlu diambil hikmahnya bahwa mengakhiri hidup dengan bunuh diri bukanlah jalan yang ideal.